Selamat Datang di

SMP ITBina Insan KamilSidareja

Membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan.

SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja — slide 1
SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja — slide 2
SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja — slide 3
SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja — slide 4
SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja — slide 5
A
Akreditasi
290+
Santri Aktif
15+
Tahun Pengalaman
500+
Prestasi
Sambutan

Kepala Sekolah

“Kami berkomitmen menghadirkan pendidikan yang menumbuhkan iman, karakter, ilmu, dan keberanian untuk berkarya.”

Agus Riyanto, M.Pd.
Kepala SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja
Agus Riyanto, M.Pd.
Quran
Qur'anMemulai hari dengan nilai yang kuat
Akademik
AkademikBelajar dengan rasa ingin tahu
Character
CharacterTumbuh mandiri dan bertanggung jawab
Exploration
ExplorationMencoba, berkarya, berprestasi
Community
CommunityBertumbuh bersama lingkungan yang baik
Program Unggulan

Leadership

Membentuk jiwa kepemimpinan dan kemandirian santri.

Language

Pembiasaan bahasa Arab dan Inggris dalam keseharian.

Pembiasaan Ibadah

Membangun kebiasaan ibadah, adab, dan tanggung jawab.

Geser untuk melihat program lainnya
BENEFIT

Mengapa Memilih SMP IT Bina Insan Kamil?

Pendidikan yang memadukan nilai Qur'ani, penguatan akademik, karakter, dan ruang eksplorasi agar santri tumbuh secara utuh.

Pendidikan Qur'ani

Pembiasaan Al-Qur'an, ibadah, dan adab menjadi bagian dari kehidupan belajar sehari-hari.

Akademik & Eksplorasi

Akademik yang kuat dipadukan dengan ruang untuk mencoba minat, kreativitas, keterampilan, dan prestasi.

Character & Leadership

Mendorong santri menjadi pribadi mandiri, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan berani memimpin.

ACHIEVEMENT
Achievement Wall
Lihat Semua
Memuat artikel untuk mockup…
Geser untuk melihat lainnya
Kata Wali Santri
Wali Santri Kelas VIIIOrang tua santri

“Kami melihat anak lebih mandiri, disiplin, dan semakin dekat dengan Al-Qur'an.”

Wali Santri Kelas VIIOrang tua santri

“Komunikasi sekolah dengan orang tua terasa terbuka dan perkembangan anak mudah kami ikuti.”

Wali Santri Kelas IXOrang tua santri

“Bukan hanya akademik; keberanian, adab, dan tanggung jawab anak juga berkembang.”

Geser untuk membaca testimoni lainnya
Penerimaan Peserta Didik Baru

PPDB 2027/2028

Bergabung bersama SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja.

Daftar Sekarang

Jumat, 02 Desember 2022

Perilaku Bullying Pada Remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP)

 


Oleh: Nadzifatun Nisa, S.Pd.

Bullying merupakan masalah yang terjadi di hampir setiap jenjang Pendidikan baik itu di sekolah dasar, sekolah menengah, sekolah atas bahkan di perguruan tinggi sekali pun, penyebab dari bullying ini bisa terjadi karna status sosial, ekonomi ataupun Ras dan budaya. Disetiap instansi pendidikan hendaknya mengetahui keberadaan dan dampak bullying serta berusaha mencegah hal tersebut terjadi. Apabila kejadian bullying didiamkan atau masih terjadi, siswa akan rentan mengalami Tindakan bullying baik itu secara verbal ataupun non verbal dan akibatnya secara psikologis siswa dapat mengalami stress dan tidak berani bergaul dengan teman-teman yang lain.

Menurut Wiyani (2012:20) Bullying adalah suatu bentuk kekerasan anak (child abuse) yang dilakukan oleh teman sebaya kepada seseorang (anak) yang lebih “rendah” atau lebih lemah untuk mendapatkan keuntungan atau kepuasan tertentu. Sehingga pelaku bullying senang untuk melalukan bully kepada teman-temannya untuk mendapatkan kepuasan atau keuntungan dari mereka. Sedangkan korban bullying disini Menurut Rigby dan Muis (2009:51) korban bullying adalah sasaran penindasan atau yang lebih dikenal dengan istilah victims.

Dampak yang diakibatkan oleh tindakan ini pun sangat luas cakupannya. Remaja yang menjadi korban bullying lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Adapun masalah yang lebih mungkin diderita anak-anak yang menjadi korban bullying, antara lain munculnya berbagai masalah mental seperti depresi, kegelisahan dan masalah tidur yang mungkin akan terbawa hingga dewasa, keluhan kesehatan fisik, seperti sakit kepala, sakit perut dan ketegangan otot, rasa tidak aman saat berada di lingkungan sekolah, dan penurunan semangat belajar dan prestasi akademis.

Faktor Penyebab terjadinya Bullying Menurut Ariesto (2009), faktor-faktor penyebab terjadinya bullying antara lain: (1) Keluarga Pelaku bullying seringkali berasal dari keluarga yang bermasalah : orang tua yang sering menghukum anaknya secara berlebihan, atau situasi rumah yang penuh  stress, agresi, dan permusuhan. (2) Sekolah Pihak sekolah sering mengabaikan keberadaan bullying ini. (3) Faktor Kelompok Sebaya, Anak-anak ketika berinteraksi dalam sekolah dan dengan teman di sekitar rumah, kadang kala terdorong untuk melakukan bullying. (4) Kondisi lingkungan sosialKondisi lingkungan sosial dapat pula menjadi penyebab timbulnya perilaku bullying. (5) Tayangan televisi dan media cetak Televisi dan media cetak membentuk pola perilaku bullying dari segi tayangan yang mereka tampilkan.

Faktor lain yang merupakan faktor dominan yang merubah seseorang menjadi bully adalah kelompok bermain remaja. Faktor ini merupakan faktor yang muncul dan diadapsi ketika seorang individu tumbuh dan menjadi seorang remaja. Ketika remaja tidak memiliki pedoman dalam memilih kelompok bermain, remaja bisa jadi masuk ke dalam kelompok bermain yang mengarah pada kegiatan-kegiatan kenakalan remaja. Remaja merupakan individu dengan fase perkembangan psikologis di mana ia sangat membutuhkan pengakuan eksistensi diri. Kelompok bermain remaja yang menyimpang bisa jadi mencari pengakuan eksistensi diri dari menindas orang yang dirasa lebih lemah agar dia memiliki pengakuan dari lingkungannya   bahwa ia memiliki keberanian dan kekuasaan.

Berikut adalah hal-hal yang bisa dilakukan oleh  kita sebagai pekerja sosial dengan remaja yang  berperan sebagai konselor bagi remaja pelaku  bullying (Lee, 2010).

·        Bicaralah dengan bully dan cobalah cari tahu mengapa mereka merasa perlu berperilaku seperti itu.

·        Cari tahu apa yang mengganggu mereka atau apa yang memicu tingkah laku tersebut

·        Pastikan remaja bully mengerti bahwa perilaku merekalah yang tidak disukai, bukan mereka

·        Yakinkan bully bahwa anda bersedia                           membantu mereka dan anda akan bekerja  dengan mereka untuk menemukan cara untuk mengubah perilaku mereka yang                      tidak dapat diterima

·        Bantu pelaku bully untuk menebus kesalahan pada korbannya. Jelaskan bagaimana cara  meminta maaf karena telah membuat orang lain menderita dan bantu bully untuk      menjelaskan alasan perbuatannya.

·        Berikan banyak pujian serta dukungan dan pastikan anda mengatakan  pada pelaku bully ketika mereka berperilaku baik dan berhasil mengatur emosi dan  perasaannya.

Bersiap untuk mengkonfrontasi pelaku bully ketika mereka mulai membuat alasan atas         perbuatannya seperti ‘itu cuma bercanda’ atau ‘dia yang salah’. Jelaskan bahwa lelucon tidak menyebabkan kesulitan dan ancaman.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Livechat via WhatsApp